Padamkan Lampu Sewaktu anda tidur

Matikan Lampu

Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah bersabda:  “Janganlah kalian meninggalkan api yang menyala ketika kalian tidur” ( HR. Bukhari 6293) .

Dari Jabir Bin Abdullah bahwasanya Rasulullah bersabda: “Matikanlah lampu-lampu diwaktu malam jika kalian hendak tidur, dan tutuplah pintu-pintu, bejana serta makanan dan minuman kalian.”  (HR. Bukhari 6296 dan Muslim 2012)

Imam Al-Qurthubi berkata: “Berdasarkan hadits ini apabila seseorang tidur sendirian sedangkan api masih menyala di dalam rumahnya hendaklah ia mematikan terlebih dahulu sebelum tidur, demikian pula apabila di dalam rumah terdapat beberapa orang hendaklah orang yang terakhir yang melakukannya, maka barang siapa yang meremehkan hal ini sungguh dia telah menyelisihi sunnah!”. (Fathul Bari 11/103).

Seorang ahli biologi bernama Joan Roberts yang disebut-sebut menemukan kaitan lampu dan kesehatan. Setelah melakukan percobaan pada hewan ia mengetahui bahwa hewan yang diberi cahaya buatan pada malam hari, Melantonin-nya menurun dan sistem kekebalan tubuhnya melemah. Ia kemudian yakin bahwa cahaya lampu (termasuk pancaran dari layar televisi) menyebabkan hormon yang berpengaruh terhadap kekebalan tubuh itu menjadi sangat lemah.

Ternyata, hanya dalam keadaan yang benar-benar gelap tubuh menghasilkan Melantonin. Melantonin salah satu hormon dalam sistem kekebalan yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit termasuk kanker payudara dan kanker prostat. memiliki fungsi penting dalam tidur anda , membantu mengatur hormon-hormon lain dan menjaga irama sirkadian tubuh. Irama sirkadian adalah irama atau jadwal yang mengatur hidup kita selama 24 jam, kapan kita tidur dan kapan terbangun. Selain itu, melatonin dikatakan memiliki sifat anti-oksidan bagi sel tubuh kita . Sebaliknya, tidur dengan lampu menyala di malam hari, sekecil apapun sinarnya menyebabkan produksi hormon Melantonin terhenti.

Kaitan antara lampu dan kesehatan sangat masuk akal bila kita menyadari lagi bahwa semakin malam dan gelap tubuh kita pada umumnya akan merasa lelah dan mengantuk. Ini jelas wajar, selain karena aktivitas seharian, sintesis dan sekresi hormon Melantonin oleh kelenjar pineal akan meningkat. Hormon inilah yang menyebabkan kita menjadi mengantuk di malam hari. Rasa kantuk menjadi sinyal positif agar kita segera mengistirahatkan tubuh.

Bukan sekadar meninggalkan aktivitas, tetapi mengistirahatkan tubuh dengan cara tidur. Saat tertidur juga terjadi proses perbaikan kerusakan jaringan sel, yaitu mengganti sel-sel yang rusak dengan yang baru setelah beraktivitas seharian.

Di luar soal Melantonin, tubuh yang terpapar cahaya saat kita tidur mempengaruhi kualitas tidur kita karena sinar tersebut masih tanpa disadari akan memancing otak tetap bekerja. Sebab, sinar cahaya yang menembus kulit mata meskipun sedang terpejam dan memasuki ruangan simulator yang akhirnya akan mengundang otak menafsirkan / menangkap arti sinar tersebut. Inilah satu jawaban sederhana mengapa kadang orang tetap merasa kurang fit meskipun sudah tertidur lama.

Praktisi kesehatan lainnya, Lynne Eldridge M.D yang juga penulis buku ‘Avoiding Cancer One Day At A Time’ juga menuliskan perempuan buta 80 persen lebih kecil terkena risiko kanker payudara dibanding rata-rata perempuan lain. Diduga faktor hormon melatonin yang banyak ditubuhnya karena penglihatan yang gelap membuatnya punya daya tahan tubuh yang lebih tinggi.

Pentingnya tidur malam hari dengan mematikan lampu baru-baru ini juga diteliti oleh para ilmuwan dari Inggris dan Israel. Peneliti menemukan ketika cahaya dihidupkan pada malam hari, bisa memicu ekspresi berlebihan dari sel-sel yang dikaitkan dengan pembentukan sel kanker.

Para ilmuwan mengklaim jika seseorang terbangun di malam hari dan menyalakan lampu selama beberapa detik, maka bisa menyebabkan perubahan biologis yang mungkin mengarah ke kanker.

Jika pada penelitian sebelumnya tidur malam dengan lampu terang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara dan kanker prostat. Maka pada penelitian terbaru ini menunjukkan paparan jangka pendek juga bisa dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.

“Orang-orang yang bangun di malam hari disarankan untuk tidak menyalakan lampu. Kami percaya bahwa setiap kali menyalakan cahaya buatan pada malam hari akan memiliki dampak pada jam biologis tubuh, karena ini adalah mekanisme yang sensitif,” ujar Dr Rachel Ben-Sclomo dari University of Haifa, seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (13/4/2010).

Dr Rachel menambahkan bahwa ini adalah temuan terbaru dan masih sebatas penelitian pendahuluan. Namun kini ia dan tim tengah menganalisa wilayah ini secara lebih mendetail. Hasil ini juga telah dilaporkan dalam jurnal Cancer Genetics and Cytogenetics.

Jadi benar apa yang dikatakan Rasul

“Matikanlah lampu-lampu diwaktu malam jika kalian hendak tidur, dan tutuplah pintu-pintu, bejana serta makanan dan minuman kalian.”  (HR. Bukhari 6296 dan Muslim 2012)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s