Alhamdulilah adalah kalimat yang dicintai oleh Allah SWT

Pada suatu ketika, ‘Umar ibn Al Khaththab radhiallahu ‘anhu- bertanya kepada ‘Ali ibn Abi Thalib radhiallahu ‘anhu- : “Kalau kalimat La ilaha illallah, Subhanallah dan Allahu akbar maka kami telah mengetahuinya, namun kalau Al Hamdulillah apa itu gerangan ?” Maka ‘Ali menjawab : “(Kalimat Alhamdulilah) adalah sebuah kalimat yang dicintai oleh Allah Ta’ala untuk diriNya, yang diridhai Allah untuk diriNya dan Ia cinta bila kalimat ini diucapkan (oleh hambaNya).”

Sedangkan Ibn ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma- mengatakan : “Alhamdulillah adalah kalimat syukur, bila seorang hamba mengucapkan Alhamdulillah maka Allah akan mengatakan : “HambaKu telah bersyukur kepadaKu.” (Diriwayatkan oleh Ibn Abi Hatim).

Keutamaan ‘Alhamdulillah’

Dalam beberapa haditsnya, Rasulullah saw pernah menyinggung tentang keutamaan kalimat pujian ini. Di antaranya adalah :

  1. Dari Al Aswad ibn Sari’ radhiallahu ‘anhu-, ia berkata : “Aku pernah berkata : ‘Wahai Rasulullah, inginkan Anda aku bacakan kalimat puji-pujian yang aku ungkapkan untuk memuji Rabb-ku ?’. Maka beliau saw bersabda : “Ketahuilah bahwa Rabb-mu itu sangat suka bila Ia dipuji.” (HR. Ahmad)
  2. Dari Jabir ibn ‘Abdullah radhiallahu ‘anhu-, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Seutama-utama dzikir adalah kalimat La ilaha illallah, dan seutama-utama do’a adalah kalimat Alhamdulillah.” (HR. At Tirmidzy, An Nasa’iy dan Ibn Majah)
  3. Dari Anas ibn Malik radhiallahu ‘anhu-, Rasulullah saw bersabda : “Tidaklah Allah mengaruniakan sebuah nikmat kepada seorang hamba, lalu (hamba itu) mengucapkan ‘Alhamdulillah’ melainkan apa yang ia ucapkan itu jauh lebih mulia dibandingkan (nikmat) yang telah ia terima.” (HR. Ibn Majah)
  4. Ibn ‘Umar radhiallahu ‘anhuma- mengatakan bahwa Rasulullah saw pernah menyampaikan kepada mereka : “Bahwasanya seorang hamba Allah mengucapkan ‘Wahai Rabbku, Laka Al Hamdu Kama Yanbaghy Li Jalali Wajhika wa ‘Azhim Shulthanika (UntukMulah segala pujian yang sesuai dengan keagungan WajahMu dan keagungan kekuasaanMu).’ Maka dua malaikat (pencatat amal) pun merasa kesulitan untuk mencatatnya, maka mereka pun naik menemui Allah dan bertanya,”Wahai Tuhan kami, seorang hambaMu telah mengucapkan sebuah kalimat yang kami tidak tahu bagaimana mencatatnya.” Maka Allah mengatakan : “Tulislah kalimat itu seperti ia mengucapkannya, hingga kelak ia menjumpaiKu lalu Aku-lah yang akan memberikan balasannya.” (HR. Ibn Majah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s